Cerita Unik Karya Ikonik

Patung Zsigmond K. Strobl, yang selama ini dite- Memanah karya gakkan di halaman Istana Negara, untuk sementara dipindahkan ke Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pemindahan ini dilakukan untuk mengaksentuasi pameran “Indonesia Semangat Dunia” koleksi Istana Presiden (3–31 Agustus 2018), yang dikuratori Amir Sidharta dan Watie Moerany Santoso. Patung Memanah adalah pesanan Presiden Sukarno kepada Strobl pada 1961. Sebelum berurusan dengan pematung Hungaria itu, Sukarno memang sudah terobsesi oleh imaji orang memanah.

Syahdan, pada 1944 ia menjumpai lukisan Memanah karya Henk Ngantung dalam pameran Keimin Bunka Sidhoso. Setelah pameran usai, Sukarno mendatangi studio Henk untuk membeli lukisan itu. Di kemudian hari, Memanah dipajang di serambi kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, dan sempat menjadi saksi upacara kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Menjelang 1960, Henk diangkat sebagai kepala Panitia Negara yang bertugas mendekorasi Jakarta. Keberhasilannya mendorong posisi Henk menjadi Gubernur Jakarta pada 1964. Pada 1965, ia dipaksa lengser karena dianggap dekat dengan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), organisasi seni di bawah yung PKI (Partai Komunis Indonesia). Entah karena politik atau bukan, pada masa Orde Baru lukisan historis ini sering dilupakan.

Akibantnya, bahannya yang tripleks pelan-pelan keropos, dan catnya mrotoli sedikit demi sedikit. Lalu sang pemanah nyaris tinggal bayang-bayang. Memasuki era reformasi, Presiden Megawati Soekarnoputri gundah, dan mencari cara agar negara bisa memperbaikinya. Namun belum tuntas upaya itu dilakukan, ia lengser. Untung pada 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganjurkan penyelenggaraan uji petik (nominalisasi harga) koleksi seni Istana Kepresidenan. Di situ tafsiran harga untuk Memanah sekitar Rp 6 miliar. Begitu terpandang sebagai benda sangat berharga, restorasi pun dilakukan, meski baru diwujudkan pada 2017. Bagi Sukarno, orang memanah adalah simbol semangat bangsa yang fokus melihat ke depan.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *