Kuku Si Baru Lahir Perlu Dipotong

Meski kuku bayi baru lahir itu masih lunak dan lebih lentur dibanding kuku dewasa, tetap dapat melukai bayi maupun Mama. Mengingat kukunya akan tumbuh dengan sangat cepat, mungkin Mama harus memotongnya lebih sering. Waktu terbaik adalah saat ia sedang tidur atau setelah mandi, ketika kondisi kukunya lebih lunak. Pastikan Mama bisa melihat kukunya saat memotong dan gunakan gunting kuku khusus bayi agar lebih mudah. Tekan bagian ujung jari agar tidak tergunting dan peganglah tangan bayi dengan mantap saat menggunting. Jika Mama ragu, lebih baik gunakan pengikir kuku.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Ketika Bayi Terbangun Di Tengah Malam

Tak perlu diangkat dan digendong hingga tertidur lagi, Ma. Biarkan saja si kecil tertidur lagi dengan sendirinya, karena ini akan membuatnya tidur lebih nyenyak sepanjang malam, demikian hasil studi yang dimuat di Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics. “Bayi sebenarnya sudah bisa kembali tidur sendiri sejak berusia 3 bulan,” kata Ian St. James-Roberts, salah satu peneliti dari University of London.

Tanda Bayi Lelah Bermain

Saat berinteraksi dengan bayi pada bulan-bulan pertamanya, Mama perlu lebih peka membaca gerak-geriknya agar bayi tidak mendapat stimulasi berlebihan. Ingat, bayi pun bisa lelah bermain dan butuh istirahat! Bila bayi terlihat menutup mata, berpaling, dan menghindari pandangan Mama, menjadi tegang dan melengkungkan punggungnya, atau jadi rewel, sebaiknya akhiri waktu bermain. Gendonglah si bayi dan elus-elus punggungnya, lalu baringkan dia di kamar. Nyalakan musik lembut, biarkan ia menikmati ketenangan.

Penurunan suhu badan bayi yang terjadi dengan cepat menandakan ia mengalami hiportemia. Mengapa bisa terjadi?

Membuat Kentut

“Sejak bayi, Aldrich punya kebiasa an kentut berbunyi. Enggak tau deh apa sebabnya. Sekarang di usianya yang 22 bulan suka jahil, kalau kentut dan berbunyi, dia akan nyengir. Terus kalau orang di sekitarnya bereaksi tentang kentutnya, dia akan ngeden-nge den lagi berusaha untuk kentut. Ha ha ha… emang kentut bisa dibuat buat ya…” Hiasinta Dyah Arum, mama dari Anselmus Aldrich Kurniawan (22 bulan)

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *