Membaca Kurva Pertumbuhan

Dengan kurva bisa diketahui, tidak semua anak yang tampak kurus menandakan pertumbuhannya tidak optimal. Begitu juga sebaliknya. Setelah mendapatkan angka-angka BB, PB/ TB, dan LK, untuk mengetahui apakah pertumbuhan bayi atau anak kita optimal atau tidak, perlu dilakukan penilaian pertumbuhan. Caranya dengan memasukkan nilai BB, PB/TB, dan LK yang telah didapat ke dalam standar pengukuran.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Standar pengukuran saat ini dikenal dengan kurva pertumbuhan (growth chart), yang dibagi menurut jenis kelamin (lelaki/perempuan), kemudian dibagi menurut rentang usia. Untuk usia 0—5 tahun, kita dapat menggunakan kurva pertumbuhan WHO (World Health Organization) untuk menilai pertumbuhannya.

Sedangkan untuk anak >5 tahun dapat dilakukan penilaian dengan menggunakan kurva pertubuhan CDC (Centre for Disease Control and Prevention). LIMA KURVA Kurva pertumbuhan terdiri atas: kurva BB menurut usia (weight for age); kurva PB menurut usia (length for age); kurva TB menurut usia (height for age); kurva LK menurut usia (head circumference for age), dan kurva BB menurut PB atau TB (weight for length atau weight for height).

Umumnya semua kurva tersebut tercantum pada KMS (Kartu Menuju Sehat) milik buah hati. Supaya bisa mempergunakan kurva, kita harus bisa membaca kurva tersebut terlebih dahulu. Pada kurva BB menurut usia, PB menurut usia, TB menurut usia, dan LK menurut usia, sumbu X (mendatar) menunjukkan rentang usia dan sumbu Y (tegak) menunjukkan angka/nilai hasil pengukuran. Sementara pada pada kurva BB menurut PB/TB, sumbu X adalah PB/ TB dan sumbu Y adalah BB.

Untuk mendapatkan nilai pertumbuhan, pertemukan nilai hasil pengukuran dari sumbu Y ke arah usia anak dari sumbu X, kemudian tandai titik pertemuan tersebut di tengah bertemu pada garis persentil. Pada kurva pertumbuhan WHO tampak persentil 3, persentil 15, persentil 50, persentil 85, dan persentil 97. Maksud dari persentil tersebut adalah bila titik usia dan nilai pengukuran bertemu pada persentil 50, artinya 50% anak seusianya memiliki TB di bawah anak tersebut, dan 50% anak seusianya berada di atas anak tersebut.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *