Menteri Energi Membahas Menlelang Sesuatu Yang Berharga

Saat proposal tarif peserta lelang dibu-ka, konsorsium Oceanwide memenuhi semua persyaratan dan mengajukan tarif paling rendah, yakni US$ 4,5 sen per kilowattjam (kWh). Notulen rapat pada 25 November tahun lalu juga menyebutkan pesaing Oceanwide mengajukan harga lebih mahal, yakni US$ 5,4 sen per kWh. Saat proyek tersisa dua calon—dan tinggal menunjuk pemenang—tiba-tiba PLN menghentikan proses tender salah satu pembangkit terbesar dalam proyek 35 ribu megawatt ini.

”Saat ditanyakan alasannya, PLN hanya menjawab mereka punya kewenangan untuk membatalkannya,” ucap Agung. Jawaban ini membuat UP3KN terkejut. Apalagi proses lelang berlangsung cukup lama dan peserta lelang yang terpilih memiliki pengalaman membangun pembangkit berkapasitas besar. Kehadiran PLTU Jawa 5 juga cukup signifikan. Sesuai dengan rencana usaha penyediaan tenaga listrik, pembangkit ini dibangun untuk mengantisipasi krisis listrik di Pulau Jawa pada 2019.

Itu sebabnya, Sudirman Said kecewa proyek ini dibatalkan. Apa yang dilakukan PLN, kata dia, adalah sinyal buruk bagi iklim investasi. ”Kalau membatalkan harus ada alasan fundamental dan PLN seharusnya sejalan dengan pemerintah,” ujarnya. Pembatalan ini pasti menimbulkan pertanyaan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menegaskan, perseroan memiliki dasar sangat kuat untuk membatalkan proyek. ”Justru jika dilanjutkan akan sangat berbahaya,” ucap Sofyan, Rabu pekan lalu. Ia menjelaskan, seleksi peserta lelang memang membutuhkan waktu lama. Pada tahap awal, para calon peserta disaring oleh sejumlah tim dari PLN. ”Lalu setelah itu naik ke direksi untuk diputuskan,” katanya. Pada tahap inilah, menurut Sofyan, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kaidah good corporate governance sehingga proyek dibatalkan.

Hal yang tidak wajar itu antara lain adanya perubahan kepemilikan saham PJB dalam konsorsium yang dipimpin Oceanwide. PJB tak lain anak usaha PLN PJB dalam konsorsium adalah 30 persen. Namun, saat di meja direksi, komposisi ini menyusut menjadi 10 persen. Keterangan tambahan lain: konsorsium menyatakan PJB tidak memiliki suara dalam pengambilan keputusan. ”Padahal PJB milik PLN. Apa yang harus Anda lakukan bila berada di posisi itu?” ujar Sofyan, menjelaskan situasi yang dihadapinya.

Website : kota-bunga.net

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *